Coba

Tempuh Perjalanan Hadiri HUT Pokja Wartawan Bogor Barat “Sukses”

More articles

Perjalanan jauh menuju Leuwiliang untuk menghadiri acara ulang tahun Pokja Wartawan Bogor Barat di desa Parabakti kampung Cipamubutan Leuwiliang Kabupaten BogorJawa Barat.

Perjalanan antara Depok menuju Leuwiliang ditempuh jarak 3 jam. Dengan menggunakan sepeda motor Mio J kami dan isteri melakukan perjalanan menuju kota hujan (Bogor) dari rumah Pasir Putih Depok pada pukul 10: 15 (18/6).

Kami melintasi jalur Sawangan dan Telaga Kahuripan, guna mempersingkat perjalanan kami menuju Leuwiliang. Sebelum memasuki Telaga Kahuripan kami melintasi Jalan Raya Sawangan Parung.

Perjalanan
Agus Tiro Dkk.foto.doc.org.

Melintasi wilayah itu kami harus berhati-hati,..kami berjalan meggunakan sepeda motor tahun 2012, masih gesit menghindari sedikit jalan berlobang yang kebanyakan di bahu kiri.

Kami telah memasuki dan melintasi Telaga Kahuripan Kemang, bersama isteri sambil menikmati panorama buatan dari Telaga Kahuripan. Jalan sangat bagus terbalutkan aspal halus, serasa di pegunungan kami melintasi area ini dan sungguh menakjubkan.

Keluar kami dari Telaga Kahuripan dari memasuki Jalan Raya Parung dan dari rumah kami, dengan tempuh 1 jam 20 menit. Dengan menggunakan sepeda motor matic, kamipun rehat sebentar.

Perjalanan
Kawasan Telaga Kahuripan.foto.doc.

Kami melakukan lanjutan perjalanan, dan akan melintasi wilayah Ciampea. Memasuki wilayah ke kanan Ciampea, lurus Bogor, kamipun mengendarai motor membelokan kanan.

Sepanjang kami melintasi jalan ini, jalanan penuh rusak, tergenang air kotor dan penuh berlubang kamipun berhati – hati dan pelan-pelan melintasinya.

Sepanjang kami melintasi jalan ini, kami
telah memasuki jalan raya Leuwiliang dan beristirahat lagi di salahsatu Pom Bensin sambil mengisi bahan bakar di Cibungbulang Leuwiliang.

Perjalanan
Petjalanan menuju desa Parabakti.

Melanjutkan perjalanan itu, menuju kampung Cipamubutan Parabakti, tentunya di tempuh lagi dalam kurun waktu 45 menit dalam perjalanan.

Jalanan menuju ke atas berkelak kelok, tampak Gunung terlihat dan dibarengi jalanan sedikit rusak kami lalui. Dari sisi kanan kiri tampak terlihat, ladang sawah subur yang kami lewati.

Penduduk hilir berganti melintasi jalan,’ dengan menggunakan sepeda motor dan terlihat angkot biru menuju Desa Parabakti.
Kami memasuki wilayah Desa Ciasihan, terpampang sebelah kanan kiri sawah ladang hijau berseri.

Unik lagi kami melalui jalan itu sedikit rusak, dan kami berhenti sejenak. Untuk melihat sekeliling keasrian nya. Di pandu panorama pegunungan yang merasuk di sekujur tubuh, alam panorama keindahan terjaga dari adat dan budaya mereka miliki.

Hal ini menjadi keasrian dari sumber kekayaan alam nya tetap terjaga,’ oleh masyarakat sekitar, yang memiliki jiwa besar merawat cagar budaya alam itu.

Inilah yang menjadikan mereka memiliki kepedulian’,untuk merawat hasil bumi kekayaan mereka. Sejatinya merekalah para penduduk lokal yang memiliki jiwa, menjaga kelestarian alamnya.

Kami melanjutkan perjalanan ini, setelah kami diam sejenak berfikir dan mengamatinya. Dari desa Ciasihan menuju desa Parabakti sekitar 15 menit lagi kami tempuh.

Setiba kami pukul 13: 10 di sana “acara Hari Ulang Tahun Pokja Wartawan Bogor Barat, tampak terlihat orang-orang telah berkumpul di acara itu.

Kedatangan kami di sambut oleh Agus Tiro Ketua Pokja Wartawan Bogor Barat, dan rekan-rekan yang telah hadir di sini. Perjalanan kami sangatlah mengasikkan, kepenatan dalam perjalanan itu’, terobati dan kami tiba berkumpul dengan mereka.

Mereka berdiskusi

Ketua Pokja mengatakan, kami ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan semua,’yang telah hadir di acara HUT Pokja Wartawan Bogor Barat yang ke-5.

Guna memantapkan dan memperkuat, keaktifannya kami mengharapkan kami selaku ketua,’menghimbau kepada baik Sekretaris maupun Bendahara, untuk saling bahu membahu dan intens berkomunikasi di antara kita bertiga.

Apa dan apa yang akan kita lakukan, guna membangun dan bersienergi di wilayah pemerintahan Kabupaten Bogor. Tentunya harapan harapan itu demi meningkatkan kualitas kita sebagai seorang Jurnalis.

Dilanjut ke anggota – anggota kita, kita mengharapkan dari mereka saling Asah, Asih, dan Asuh. Dan kita menginginkan marwah jurnalis ini tetap terjaga sesuai undang – undang nomor 40 tahun 1999.

Fahrizal menambahkan sosok jurnalis di tuntut karya tulisnya. Karya tulis itu mengedepankan kalimat kata dengan baik dan beretika dan benar. Hal ini mengacu pada 5W + 1H yang kita jabarkan adalah:

What : Apa yang terjadi?
Who : Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu?
Why : Mengapa hal itu bisa terjadi?
When : Kapan peristiwa itu terjadi?
Where : Di mana peristiwa itu terjadi?
How : Bagaimana peristiwa itu terjadi?
Inilah pokok penting yang perlu di ingat dengan benar, Ucap Fahrizal.

Editor Saidi.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest